FATHU MAKKAH
SABDA RASULULLAH SAW
“Barang siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan, ia akan aman,
barang siapa yang menutup pintu rumahnya ia akan aman, dan barang siapa yang
memasuki Masjidil Haram ia akan aman”
¡ SEBAB PERISTIWA FATHU MAKKAH
¡ Masa perjanjian
Hudaibiyah digunakan Nabi Muhammad SAW. untuk menyebarkan Islam kepada
raja-raja disekitar tanah Arab. Tanggapan raja-raja pun beragam ada yang
menerima dan ada yang menolak dakwah Nabi Muhammad SAW. Selama masa perjanjian
Hudaybiyah pula dakwah Islam sudah menjangkau seluruh semenanjung Arab.
¡ Semua itu membuat keadaan
kaum kafir Quraisy makin terpojok. Diantara isi perjanjian Hudaybiyah adalah
bahwa semua suku diperbolehkan bersekutu, baik itu dengan kaum muslimin maupun
dengan kaum Quraisy. Kaum muslimin bersekutu dengan bani Khuza’ah
sementara kaum Quraisy bersekutu dengan bani Bakar. Karena suatu permasalahan
bani Bakar menyerang bani Khuza’ah, mereka membunuh beberapa orang dari bani
Khuza’ah dan menghancurkan desa mereka.
¡ Keadaan semakin parah ketika suku Quraisy membantu bani Bakar.
Tindakan tersebut jelas melanggar isi perjanjian Hudaibiyah. Bani Khuza’ah
mengadukan hal tersebut kepada Nabi Muhammad SAW. Mendengar hal tersebut, Nabi
Muhammad segera meminta kaum muslimin melakukan persiapan guna menakhlukkan
kota Makkah. Mendengar itu, kaum Quraisy merasa gentar.
¡ TIGA PESAN RASULULLAH KEPADA
KAFIR QURAISY
KAFIR QURAISY
¡ Kaum Quraisy membayar diyat (denda) Kaum Quraisy memutuskan
persekutuan dengan bani Bakar Kaum Quraisy menyatakan perjanjian Hudaybiyah
tidak berlaku lagi.
¡ Kaum Quraisy akhirnya memilih pilihan ketiga. Akan tetapi kaum
Quraisy segera menyadari kekeliruannya, mereka segera mengirim Abu Sufyan ke
Madinah untuk memperbaharui pilihan mereka. Akan tetapi usaha mereka sia-sia.
¡ KEMENANGAN KOTA MAKKAH
¡ Persiapan-persiapan untuk berangkat ke Makkah segera dilakukan,
tetapi persiapan itu masih dirahasiakan. Tetapi salah seorang sahabat bernama
Hatib bin Balta’ah menulis surat kepada kaum kafir Quraisy, ia memberitahukan
segala sesuatu yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Ia mengirimkan surat tersebut
melalui seorang wanita. Perbuatan Hatib ini akhirnya tercium juga oleh Nabi Muhammmad.
Nabi segera mengutus Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam untuk mengambil
kembali surat tersebut. Akhirnya surat tersebut dapat terambil. Pada bulan
Ramadhan tahun 8 H, Kaum muslimin berhasil mengumpulkan 10.000 tentara.
¡ Menjelang Fathu Makkah
pemimpin Quraisy yaitu Abu Sufyan menyatakan diri memeluk Islam. Sebagai
penghormatan pada peristiwa Fathu Makkah Nabi Muhammad bersabda : Barang siapa
yang memasuki rumah Abu Sufyan, ia akan aman, barang siapa yang menutup pintu
rumahnya ia akan aman, dan barang siapa yang memasuki Masjidil Haram ia akan
aman”. Kaum yang melawan ketika peristiwa fathu Makkah adalah kaum Ikrimah da
Sufyan.
¡ Selebihnya penduduk Makkah berbondong-bondong masuk Islam. Nabi
Muhammad sama sekali tidak merasa dendam terhadap penduduk Makkah. Sebaliknya
Nabi Muhammad memaafkan seluruh kesalahan penduduk Makkah pada masa lalu. Nabi
Muhammad memasuki Makkah dari arah atas. Beliau dan seluruh kaum muslimin
bersyukur atas kemenangan yang diraih kaum muslimin
¡ RASULULLAH MEMASUKI MASJIDIL HARAM
¡ Nabi Muhammad SAW. segera memasuki Masjidil Haram, serta
menghancurkan berhala-berhala yang ada disekeliling ka’bah yang berjumlah 360
berhala. Setelah itu Nabi Muhammad membacakan surat al-Isra’ ayat 81 yang
berbunyi :
¡ “Kebenaran sudah datang
dan yang batil telah lenyap. Sungguh yang bathil itu adalah sesuatu yang pasti
lenyap”. (QS. Al-Isra’/17: 81).
¡ FAKTOR YANG MELATARI KEMENANGAN KAUM MUSLIMIN
¡ Hilangnya pengaruh Yahudi. Hal ini disebabkan suku-suku Yahudi,
Bani Qainuqa, Bani Nadir dan Bani Quraizah dihukum oleh Nabi Muhammad SAW.
karena membelot. Sebelumnya, mereka adalah pembantu utama kaum Quraisy.
¡ Kaum Muslimin makin berpengaruh dalam segala seni kehidupan
bangsa Arab Tidak ada lagi suku lain yang bersedia membantu kaum Quraisy dalam
menghadapi kaum muslimin Kondisi kaum Quraisy semakin melemah setelah
pemuka-pemuka mereka masuk Islam. Seperti Khalid bin Walid dan Amru bin As.
Baca jugayang lainnya:
0 komentar:
Post a Comment