Friday, 23 October 2015

Haramkah Lisitin dalam Produk Makanan

0



Haramkah Lisitin dalam Produk Makanan

Pertanyaan.
Melalui rubrik as'ilah ini, kami ummahat pondok pesantren nurul hadid, sedong, cirebon ingin menanyakan tentang lesitin yang banyak tertulis pada komposisi produk-produk makanan berkaitan dengan adanya VCD Ust. Syaiful Rahmat dari Bandung yang menyatakan keharamannya karena dzat tersebu berasal dari minyak babi. Lebih jelas kami tanyakan:
1.      Apa dan bagaimana lesitin itu sebenarnya?
2.      Apakah bias dikatakan "shahih" informasi dari VCD tersebut?
3.      Bagaimana kita mensikapinya?
Jawaban.

1.      sebagaimana yang diikutip dalam Republika 18 Juni 2004. Lesitin adalah bahan untuk pengemulsi makanan yang pada umumnya berasal dari tumbuhan. Paling banyak lesitin berasal dari kedelai, ada juga dari biji bunga matahari serta jagung. Lesitin yang berasal dari tumbuhan ini disebut lesitin saja.
Ada pula lesitin soya kalau lesitin itu berasal dari kedelai. Dalam pembuatannya, melibatkan proses ekstraksi yang bertujuan untuk memperoleh minyak, baik secara fisik (pressing) maupun menggunakan solven organik. Hasil akhirnya adalah minyak kasar. Lalu minyak kasar ini dimurnikan yang melibatkan sejumlah proses di dalamnya. Salah satunya adalah proses yang disebut dengan degumming. Dari proses inilah lesitin kasar didapatkan. ''Dengan demikian sebenarnya lesitin bisa merupakan hasil samping dari industri minyak makan,'' kata Anton Apriyantono, auditor LP POM MUI. Ia menambahkan lesitin kasar ini kemudian melalui beberapa proses lagi untuk mendapatkan lesitin standar. Yaitu melalui proses standarisasi, pemurnian, pemilihan, dan blending.
Perlakuan lesitin ternyata juga tak sampai disini. Lesitin standar yang telah ada, dimodifikasi secara kimia dan secara enzimitas (hidrolisis( Salah satu enzim yang digunakan secara komersial dalam jumlah besar adalah enzim fosfolipase A2. Menurut Anton, enzim ini berasal dari pankreas babi. Langkah kedua dilakukan fraksinasi. Untuk melakukan hal itu biasanya digunakan aseton atau etanol (alcohol). Kemudian dilakukan pencampuran bisa dilakukan dengan lemak maupun minyak. Oleh karenanya, jelas Anton, masyarakat memang harus memilih coklat yang telah jelas kehalalannya. Artinya, membeli produk yang telah mendapatkan sertifikat halal. Pasalnya, masyarakat tak akan mampu memeriksa sendiri kehalalan suatu produk pangan. Sebuah lembaga yang berwenanglah yang mampu untuk melakukan hal itu. ''Langkah bijak adalah dengan memilih produk yang telah bersertifikat halal,'' tandas Anton Apriyantono.
Lesitin yang biasanya diperoleh dengan cara ekstraksi kemudian bisa diperlakukan lebih lanjut dimana sebagian ada yang diproses dengan menggunakan enzim fosforilase A yang berasal dari hewan (statusnya syubhat karena tidak jelas hewannya apa dan cara penyembelihannya bagaimana). Hal ini dilakukan agar diperoleh lesitin dengan sifat-sifat pengemulsi yang diinginkan.
Sebagian lagi ada yang difraksinasi lebih lanjut dengan menggunakan etanol (alkohol) sehingga perlu diketahui berapa sisa alkohol dalam lesitin untuk memastikan statusnya. Dengan informasi ini bisa dipahami jika kita tidak bisa memastikan kehalalan lesitin yang ada dalam suatu produk pangan, demikian pula kepastian kehalalan dari banyak ingredien pangan lainnya. Oleh karena itu kita harus menghindari produk pangan (hasil produsen industri besar) yang tidak ada label halalnya karena secara umum produk pangan itu menjadi syubhat.

  1. Dakwah dapat dilakukan dengan banyak sarana terlebih lagi dijaman yang serba modern ini, maka sarananya semakin tidak terbatas pula, salah satu sarana dalam berdakwah adalah wasailul I'lam (sarana media) yang salah satunya adalah menggunakan sarana Audio Video (AV) yang dalam hal ini adalah CD. Maka boleh-boleh saja menggunakan sarana ini dalam berdakwah. Dan jika kita tidak menggunakan sarana ini kita akan kalah dalam meramaikan persaingan dakwah yang semakin gencar yang arah tujuannya tidak jelas. Wallahu'alam
  2. Dalam mensikapi berbagai pernyataan dengan menggunakan berbagai sarana, hendaknya kita harus bisa memilah-milah dan ekstra hati-hati dalam menilai sebuah informasi yang ada. Wallahu 'alam.


0 komentar:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html