Thursday, 2 July 2015

PERISTIWA-PERISTIWA PENTING ANTARA-PASCA PERANG UHUD DAN PERANG KHONDAK

0



PERISTIWA-PERISTIWA PENTING ANTARA-PASCA PERANG UHUD DAN PERANG KHONDAK
Bagian 1

(MISI RAJI’ DAN TRAGEDI BI’RU MA’UNAH)

         Muqoddimah
                Pada bulan Safar tahun ke 4 H, beberapa utusan dari kabilah Adhal dan Qarah datang menghadap Rasulullah saw menginformasikan bahwa berita tentang Islam telah sampai kepada mereka.Mereka meminta agar diutus beberapa orang bersama mereka untuk mengajarkan agama dan Al-Qur’an.
                Rasulullah mengirim bersama mereka beberapa  orang (sebagai dai).
                Di antara para dai tersebut adalah Mursyid bin Abi Mursyid, Kholid bin Al-Bakir, Ashim bin Tsabit, Khubab bin ‘Ady, Zaid bin Dashinah, Abdullah bin Thariq.
                Rasulullah menunjuk Ashim bin Tsabit sebagai Amir mereka.
               
         PERISTIWA RAJI’
         Sesampainya para duta dakwah dan utusan Bani Adhol dan Qorah di Raji’ (sumber air milik bani Hudzail di wilayah Hijaz), para utusan kabilah tersebut mengkhianati para sahabat-sahabat Rasulullah saw.
         Mereka berkata : “Kalian harus berjanji kepada kami jika tidak ingin kami bunuh”. Sebagian sahabat rasulullah saw berkata : “kami tidak akan menerima ikatan atau perjanjian dari seorang musyrik”. Maka para utusan kabilah tersebut menyerang mereka hingga tewas.
         Zaid bin Datsinah, Khubaib bi ‘Ady dan Abdullah bin Thariq, meraka menyerah. Dan orang-orang musyrik menjadikannya sebagai tawanan.
         SIKAP KAUM MUSYRIKIN
 TERHADAP TAWANAN
         Abdullah bin Thariq terbunuh diperjalanan ketika melarikan diri.
         Khubaib bin ‘Ady dijual kepada kaum Quraisy dan dibeli oleh Hujair bin Abi Ihab at-Tamimi. Untuk disiksa atau dibunuh sebagai balas dendam atas ayahnya.
         Sedangkan Zaid bin Datsinah dibeli oleh Shafwan bin Umayah untuk dibunuh sebagai balas dendam atas ayahnya, yaitu Umayah bin Khalaf.  Zaid dibawa keluar dari daerah Haram.
         Segerombolan kaum Quraisy datang mengerumuninya, termasuk di dalamnya Abu Sufyan bin Harb.
         DIALOG ABU SUFYAN DENGAN ZAID
         Abu Sufyan berkata kepada Zaid, “Semoga  Tuhan mengutukmu wahai Zaid,! Apakah engkau suka Muhammad berada di tempat kami pada saat ini untuk menggantikan tempatmu dan engkau berada di tengah keluargamu ? Zaid menjawab, Demi Allah ! Aku tidak suka jika Muhammad berada di tempatnya saat ini, terkena duri yang akan menyakitinya, sedangkan aku duduk di tengah keluargaku, Abu Sufyan berkata,  Aku tidak pernah melihat ada orang yang mencintai orang lain seperti para sahabat Muhammad mencintai Muhammad”. Setelah itu zaid dibunuh.
         SYAIR KHUBAIB BIN ‘ADY
         Aku tidak peduli ketika dibunuh dalam Islam
         Dengan cara apapun disiksa anggota tubuh ini
         Hal itu berada pada Dzat Allah dan kehendak-Nya
         Dan akan memberkati anggota tubuh yang lumpuh ini
         Permintaan Khubaib bin ‘Ady
         Ketika Khubaib diseret keluar hendak disalib, ia berkata kepada mereka, “Bagaimana menurut kalian jika membiarkanku melakukan shalat dua rekaat. Setelah itu lakukanlah apa yang kalian inginkan.  Mereka berkata, terserah dirimu, lakukanlah ! Lalu Khubaib melakukan shalat dua rekaat sangat sempurna dan sangat baik.
         Kemudian ia menghadap musuh dan berkata, “Demi Allah ! Seandainya kalian mengira bahwa aku sengaja mengulur waktu karena takut mati, niscaya aku salat yang lebih baik lagi.
         TRAGEDI BI’RU MAUNAH
         Rasulullah mengutus beberapa orang sahabat dalam rangka memenuhi permintaan Amir bin Malik ke wilayah Nejed untuk mendakwahkan Islam kepada penduduknya.
         Para utusan yang terdiri dari 70 laki-laki pilihan itu berangkat sampai tiba di Sumur Maunah. Beberapa kabilah dari Bani Sulaim mengerumuninya dan mengepung lokasi tersebut lalu menyerangnya.
         Semua sahabat Rasulullah terbunuh kecuali Kaab bin Zaid. Ia hidup lama hingga terbunuh sebagai syahid dalam perang Khandaq.
         Setelah peristiwa tersebut sampai kepada Rasulullah saw, Beliau sangat sedih dan melakukan qunut Nazilah mendoakan kecelakaan kabilah-lkabilah yang membunuh para sahabat pilihan beliau.
         BEBERAPA IBRAH
         Tragedi Raji’ dan Bi’ru Ma’unah menunjukkan keterlibatan dan partisipasi seluruh kaum muslimin dalam tanggung jawab dakwah dan menjelaskan yang haq kepada manusia.
         Dua tragedi di atas menunjukkan kebencian kaum musyrikin kepada kaum muslimin begitu besar.
         Sikap Zaid menunjukkan betapa cintanya para sahabat kepada rasulullah saw.
         Apa yang terjadi pada Khubaib memberi isyarat bahwa karamah adalah realita. Beliau begitu tegar saat disiksa oleh orang-orang musyrikin.
         PENGUSIRAN
 ORANG YAHUDI BANI NADHIR
         LANDASAN SYAR’I
          هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ مَا ظَنَنْتُمْ أَنْ يَخْرُجُوا وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ (2) وَلَوْلَا أَنْ كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَلَاءَ لعَذَّبَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ عَذَابُ النَّارِ (3)
2. Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama[1463]. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan.
3. Dan jika tidaklah karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, benar-benar Allah mengazab mereka di dunia. Dan bagi mereka di akhirat azab neraka
         Mengenal  Sifat-Sifat Orang Yahudi
         Sombong
         وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ
          Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami  ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya….” (al-Maidah: 18)
         Menyalahgunakan Ilmu
         فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ (79)
          Maka Kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka Kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan Kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. 2:79
         Mengingkari Janji
(Kasus Bani Qunaiqa, Bani Quraidhah dan Bani Nadhir)
         PROFIL YAHUDI BANI NADHIR
         Yahudi Bani Nadhir adalah sekelompok orang Yahudi yang bertetangga dengan kaum muslilimin di Madinah. Mereka telah mengadakan perjanjian damai dan tolong menolong dengan kaum muslimin ketika Rasulullah sampai di Madinah.
         PENGKHIANATAN
 YAHUDI BANI NADHIR
                Suatu saat Rasulullah pergi ke perkampungan Bani Nadhir untuk meminta diyah dua orang muslim yang terbunuh dari Bani Amir, yang melakukan pembunuhan adalah Amr bin Umayyah Ad-Dhamani, seorang muslim. Ketika Rasulullah sedang duduk bersandar di dinding rumah mereka, maka saling berbisiklah mereka, Kata mereka : “kalian tidak pernah mendapati lelaki itu dalam keadaan seperti sekarang ini, ini kesempatan buat kita. Oleh karena itu hendaklah salah seorang dari kita naik ke atas rumah dan menjatuhkan batu ke arahnya, dan untuk tugas ini diserahkan kepada Amr bin Jahsy bin Ka’ab.
         PERLINDUNGAN ALLAH DARI KONSPIRASI PEMBUNUHAN YAHUDI
         Ketika Amr bin Jahsy hendak melaksanakan rencana pembunuhan terhadap Rasulullah, Allah menyelamatkan dan melindungi Rasululllah dengan mengirimkan berita lewat Malaikat Jibril tentang rencana jahat itu. Kemudian Rasulullah bergegas pulang ke Madinah dan menginformasikannya kepada para sahabat tentang makar tersebut.
         PENGUSIRAN BANI NADHIR
 DARI MADINAH
         Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk memerangi mereka. Ketika Yahudi Bani Nadhir mengetahui kedatangan pasukan Rasulullah, mereka cepat pergi berlindung di balik benteng.
         Kedatangan Rasulullah dan para sahabatnya disambut dengan lemparan batu dan anak panah.
         Namun pasukan Islam berhasil mengepung perkampungan mereka selama 6 malam, beliau memerintahkan untuk menebang pohon kurma mereka dan membakarnya, dan Allah memasukkan rasa gentar dan takut dihati mereka, sehingga mereka memohon izin kepada Rasulullah saw untuk keluar dari Madinah dan mengampuni nyawa mereka.
         TENTANG PELUCUTAN SENJATA
         Akhirnya tak ada pilihan bagi Yahudi bani Nadhir kecuali menyerah dan terjadi pelucutan senjata dengan syarat-syarat :
  1. Mereka harus meninggalkan Madinah tanpa membawa perlengkapan-perlengkapan perang.
  2. Mereka diperbolehkan membawa seluruh persediaan sandang dan pangan.
  3. Pihak Islam menjamin tidak mengganggu pelaksanaan pengunduran diri mereka dari wilayah itu.
         PERISTIWA
SEBELUM PENARIKAN DIRI BANI NADHIR
         Sebelum mereka meninggalkan madinah, mereka merusak bangunan dan rumah-rumah mereka agar tidak dihuni kaum muslimin.
         Sebagian mereka akhirnya mengungsi ke Khaibar, sebuah kota kecil yang terletak 100 mil dari Madinah dan wilayah Jursy di sebelah selatan Syam.
         PERANG
BANI MUSTHALIQ (MURAISI’)
         Disampaikan dalam Ta’lim Bulanan kajian Sirah Nabawiyah
         Di KPP Kali Bata Jakarta
         PERISTIWA PERANG BANI MUSTHALIQ
         Perang Bani Musthaliq terjadi di bulan Sya’ban tahun kelima (5) Hijrah. Ini pendapat yang paling sahih. Karena terena terdapat riwayat yang mengatakan bahwa perang ini terjadi pada tahun keenam hijriyah.
         Yang menguatkan bahwa perang ini terjadi pada tahun 5 hijriyah adalah keikutsertaan Sa’ad bin Muadz dalam perang ini. Sedangkan beliau meninggal dalam perang Bani Quraidhah akibat luka yang dideritanya pada perang Khanadaq. Sedangkan perang Bani Quraidhah terjadi pada tahun ke 5 H.
         LATAR BELAKANGNYA
         Latar belakang perang ini adalah  terkait satu berita yang diterima oleh Rasulullah (s.a.w) bahwa ketua qabilah Banu al-Mustalaq yang bernama al-Harith bin Abi Dhirar, telahpun mengerah tenaga kaumnya dan suku-suku bangsa Arab yang dibawah pengaruhnya untuk bergerak ke arah Madinah memerangi Rasulullah.
         Dengan itu Rasulullah pun mengutus Buraidah bin al-Hasib al-Aslami untuk memastikan kesahihan berita yang telah diterima itu. Buraidah pun terus menemui qabilah ini malah beliau telah bertemu dengan al-Harith bin Abi Dhirar dan berdialog dengannya. Setelah  itu beliau pulang dengan membawa kenyataan yang dibuat oleh al-Harith tadi.
         Rasulullah  langsung keluar ke arah mereka sampai sampai bertemu di telaga al-Muraisi’
         PARTISIPASI KAUM MUNAFIQIN
         Dalam perang ini sejumlah besar kaum munafiqin ikut keluar bersama dengan kaum muslimin. Padahal dalam peperangan-peperangan sebelumnya mereka biasanya tidak mau ikut.
         Karena mereka berkali-kali melihat kemenangan yang diraih kaum muslimin dan ingin mendapatkan ghanimah maka mereka ikut dalam perang tersebut.
         PERTENGKARAN DI DEKAT TELAGA MURAISI’
                Ibnu Hisyam meriwayatkan dalam sirahnya, Setelah selesai peperangan Banu al-Mustalaq, Rasulullah pun berhenti di al-Muraisi’ di situ kaum muslimin pun singgah dan mengambil air di kawasan telaga, bersama-sama Saidina Umar seorang suruhan bernama Jahjah al-Ghaffari, orang suruhan ini bertengkar di telaga tadi dengan Sinan Ibnu Wabar al-Juhani, mereka berdua  saling  pukul memukul, oleh si al-Juhani, beliau berteriak  membangkitkan sentimen etnis dengan teriakannya; “Wahai orang-orang Ansar”.
                Dan si Jahjah pun berteriak membangkitkan sentimen etnis dengan teriakannya: “Wahai kalian Muhajirin”. Rasulullah pun berkata  kepada semua hadirin: ” Apakah kamu rela menyeru dengan seruan jahiliah ini sedang aku masih bersama di kalangan kamu ini? Tinggalkanlah semua seruan itu, tinggalkan  yang lapuk dan busuk”.
               
         Komentar Tokoh Munafiq
         Mendengar kejadian pertengkaran tentang sentimen etnis tersebut Abdullah bin Ubay bin Salul berkata :
                “Apakah mereka (Muhajirin) telah melakukannya ? Mereka telah menyaingi dan mengungguli jumlah kita di negeri sendiri. Demi Allah antara kita dan orang-orang Quraisy  ini tak ubahnya seperti seperti apa yang dikatakan orang : “Gemukkan anjingmu agar menerkammu. “Demi Allah, jika kami kita telah sampai di Madinah, orang mulai pasti mengusir kaum yang hina (Muhajirin)”
         TERAPI RASULULLAH TERHADAP PROBLEM INTERNAL KAUM MUSLIMIN
         Di antara orang yang mendengar ungkapan Abdullah bin  Ubay adalah Zaid bin Arqom. Ia kemudian melapor berita tersebut kepada Rasulullah saw. Pada saat itu Umar berada disamping Rasulullah saw lalu beliau berkata :
         فكيف يا عمر إذا تحدث الناس أن محمدا يقتل أصحابه ؟ لأ
         “Bagaimana wahai Umar, jika orang-orang berbicara bahwa Muhammad telah membunuh sahabatnya ? Tidak”.
         Ini lah solusi untuk mengatasi benturan internal kaum muslimin.
         Rasulullah saw segera memerintahkan kaum muslimin agar secapatnya berangkat. Lalu kaum muslimin berabgkat mematuhi perintah Rasulullah saw. Pada waktu itu beliau meneruskan perjalanan sampai keesokan harinya. Pada keesokan harinya ketika mereka berhenti disuatu tempat, tidak seorangpun yang dapat menahan rasa kantuk. Semua tertidur di tanah.
         Maka sibuklah beramal islami agar kita tidak jatuh pada ghibah yang diharamkan Allah swt.

0 komentar:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html