HADITSUL IFKI (BERITA
BOHONG)
O
Landasan Syar’i
O
إِنَّ
الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ
بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ
وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ (11) لَوْلَا إِذْ
سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا
وَقَالُوا هَذَا إِفْكٌ مُبِينٌ (12)
O
Sesungguhnya orang-orang yang
membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira
bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu.
Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya.
Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam
penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar
O
12. Mengapa di waktu kamu
mendengar berita bohon itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka
baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini
adalah suatu berita bohong yang nyata.“ (24 : 11-12)
O
PENJELASAN HADITSUL IFKI
O
Berita bohong ini mengenai istri Rasulullah s.a.w.
'Aisyah r.a. Ummul Mu'minin, sehabis perang dengan Bani Mushtaliq bulan Sya'ban
5 H. Perperangan ini diikuti oleh kaum munafik, dan turut pula 'Aisyah dengan
Nabi berdasarkan undian yang diadakan antara istri-istri beliau.
O
Dalam perjalanan mereka kembali dari peperangan,
mereka berhenti pada suatu tempat. 'Aisyah keluar dari sekedupnya untuk suatu
keperluan, kemudian kembali. Tiba-tiba dia merasa kalungnya hilang, lalu dia
pergi lagi mencarinya. Sementara itu, rombongan berangkat dengan persangkaan
bahwa 'Aisyah masih ada dalam sekedup. Setelah 'Aisyah mengetahui, sekedupnya
sudah berangkat dia duduk di tempatnya dan mengharapkan sekedup itu akan
kembali menjemputnya. Kebetulan, lewat ditempat itu seorang sahabat Nabi,
Shafwan ibnu Mu'aththal, diketemukannya seseorang sedang tidur sendirian dan
dia terkejut seraya mengucapkan: "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un,
isteri Rasul!" 'Aisyah terbangun. Lalu dia dipersilahkan oleh Shafwan
mengendarai untanya. Syafwan berjalan menuntun unta sampai mereka tiba di
Madinah.
O
Orang-orang yang melihat mereka membicarakannya
menurut pendapat masing-masing. Mulailah timbul desas-desus. Kemudian kaum
munafik membesar- besarkannya, maka fitnahan atas 'Aisyah r.a. itupun bertambah
luas, sehingga menimbulkan kegoncangan di kalangan kaum muslimin.
O
Catatan penting haditsul
ifki
O
Sumber fitnah berita bohong
ini adalah Abdullah bin Ubay bin Salul
O
Ummul Mu’minin mengalami
sakit selama satu bulan sejak merebaknya haditsul ifki
O
Pasca peristiwa tersebut
Ummul Mu’minin tidak mendapatkan kelembutan Rasulullah seperti yang beliau
rasakan selama beliau sakit.
O
Ummul Mu’minin mendengar
berita bohong dari Ummu Masthah
O
KOMENTAR PARA SAHABAT
RASULULLAH TENTANG HADITSUL IFKI
O
Rasulullah meminta pendapat
shahabat beliau tentang masalah ini.
O
Di antara mereka ada yang
berkata, Wahai Rasulullah mereka (para istri Nabi) adalah keluargamu, kami
tidak mengetahui kecuali kebaikan.
O
Ada pula yang berkata,
Engkau tidak perlu sedih, masih banyak wanita (lainnya). Tanyakan saja kepada
pelayan permpuan (Bariroh). Ia pasti akan memberikan keterangan yang benar
kepada anda.
O
JAWABAN BARIROH
O
Rasulullah memanggil
Bariroh dan bertanya, Apakah kamu melihat sesuatu yang mencurigakan dari Aisyah
? Ia menjawab, bahwa ia tidak mengetahui Aisyah kecuali sebagai orang yang
baik-baik.
O
TURUNNYA AYAT TERKAIT SIKAP
ABU BAKAR AS-SHIDDIQ
O
وَلَا
يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَى
وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا
وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ
رَحِيمٌ (22)
O
22. Dan janganlah
orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah
bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya),
orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan
hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa
Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (24 :
22)
O
HIKMAH DARI HADITSUL IFKI
O
Haditsul ifki mengokohkan
karakteristik orang munafik yang selalu membenci Rasulullah dan keluarganya.
O
Haditul ifki merupakan
ujian loyalitas para Sahabat kepada Rasulullah saw.
O
Haditsul ifki menggambarkan
bahwa hidup ini adalah ujian.
O
Haditsul ifki menggambarkan
kecerdasan Rasulullah dalam mengatasi masalah.
0 komentar:
Post a Comment